cool hit counter

PDM Kabupaten Labuhanbatu Selatan - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Labuhanbatu Selatan
.: Home > Berita > Kecantikan Perempuan

Homepage

Kecantikan Perempuan

Kamis, 07-06-2012
Dibaca: 4476

 

Cantik Itu Relatif

   

Pikiran Rakyat , Minggu, 05 Desember 2004

     
   

 

   

SUNGGUH luar biasa pengaruh iklan. Mungkin Anda sempat merasa geli melihat
sebuah iklan kosmetik yang ditayangkan di televisi? Masa sih akibat pemutih
wajah bisa dapat calon pacar sekaligus dua? Atau gara-gara kulit muka putih
calon mertua langsung kesengsem pada calon menantunya?

Begitulah upaya iklan mencitrakan perempuan yang dikatakan menarik, masa
kini. Antara lain wajahnya harus putih. Karena itu para wanita yang mudah
terayu iklan langsung memburu produk yang bisa membuat kulit (wajah)-nya
seputih kulit Putri Salju.

Sayangnya banyak yang lupa. Kita, wanita yang hidup di negara tropis telah
dikaruniai kulit sawo matang yang sensual, begitu kata "orang bule". Namun
anugerah Allah SWT itu sering terlupakan dengan hadirnya rayuan-rayuan maut
bernama iklan.

Pernah melihat gambar atau foto Michael Jackson masa kecil? Rasanya lebih
manis dulu dibanding dengan kulit putihnya (berikut rombakan berbagai
wajahnya akibat operasi plastik) sekarang ini. Rupanya bukan perempuan
Indonesia saja yang tergila-gila memiliki kulit putih. Jackson yang berkulit
lebih gelap dari bangsa kita pun rupanya ingin "menjadi putih". Saat ini
citra "Putih itu Cantik " benar-benar dijejalkan ke benak setiap orang.
Padahal bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, beragam pula warna
kulitnya.

Bahkan menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Wisnu Wardana, Sp.KK,
sebenarnya jika orang itu memiliki pigmen (zat warna) tertentu (seperti
orang Asia yang umumnya berkulit sawo matang dan Afrika dengan kulit hitam)
maka kulitnya tidak bisa diputihkan. "Jadi istilah bleaching" itu kurang
tepat, karena jika memiliki pigmen tertentu, kulit tidak bisa diputihkan.
Yang bisa dilakukan hanyalah mencerahkannya kembali," jelasnya.

Debu, kotoran yang menempel di kulti wajah serta sengatan sinar matahari
bisa membuat kulit (wajah) menjadi kusam. Upaya yang bisa dilakukan bukanlah
memutihkan kulit wajah tetapi membuang kotoran tersebut sehingga wajah menja
di cerah kembali.

Menurut Wisnu, jika ingin mengetahui "seputih" apa kulit asli kita, maka
bisa melihat warna kulit di bagian dalam lengan kita.

**

LALU, apa sih sebenarnya definisi cantik (secara fisik) itu? Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Nasional
(2002), cantik diartikan sebagai indah, elok, rupawan, atau bentuk, rupa dan
lainnya tampak serasi. Tidak dijelaskan secara rinci yang bagaimana yang
serasi itu, apakah hidung mancung dengan bibir tebal? Atau hidung biasa
dengan bibir kecil? Dan sebagainya. Akhirnya yang dinamakan cantik itu
relatif dan sifatnya subjektif. Buktinya, pandangan orang tentang perempuan
cantik pun dari masa ke masa selalu berubah.

Misalnya kecantikan seorang wanita Eropa pada abad pertengahan dikaitkan
dengan masalah fertilitas atau kemampuan reproduksi. Jadi makin subur wanita
atau mampu melahirkan banyak anak maka orang memandangnya makin cantik! Di
abad ke-15, seorang perempuan seksi adalah perempuan dengan panggul dan
perut besar dan dada yang montok. Pandangan ini bertahan hingga abad ke-17.
Pada abad 19, definisi cantik bergeser bukan lagi pada soal kemampuan
reproduksi tetapi pada bentuk wajah. Wajah yang bundar dipandang sangat
jelita, apalagi ditambah tubuh yang bahenol nerkom pula. Menjelang abad 20,
perempuan dipandang cantik jika ia memiliki pantat dan paha yang besar.

Jika saat ini wanita dikatakan indah jika bertubuh langsing, tidak demikian
di masa lalu. Tubuh subur pernah menjadi lambang kecantikan. Itu terjadi di
berbagai negara seperti Kepulauan Fiji di Laut Pasifik, Afrika, India bahkan
Indonesia. Bukti sejarah tentang cantiknya wanita subur dapat ditemukan di
relief Candi Borobudur. Sedangkan di Afrika dan India, tubuh subur tidak
saja membuat perempuan dipandang cantik. Gemuk juga merupakan lambang
kemakmuran hidupnya.

Anggapan indah untuk yang "serba besar ini" rontok oleh kemunculan seorang
model Inggris yang kerempeng tahun 1965. Twiggy, nama model itu. Ia tampil
menghebohkan dunia dengan tubuhnya yang luar biasa kurus. Anehnya ia
langsung digandrungi. Dengan cepat orang beralih haluan. Berbagai upaya
dilakukan untuk melangsingkan tubuh. Semakin tipis dan ringkih badan,
semakin perempuan merasa cantik. Begitu bernafsunya kaum hawa menjadi
langsing, banyak jalan pintas ditempuh. Sampai-sampai timbul penyakit baru
bernama anoreksia/bulimia, yaitu penyakit yang ingin kurus dengan cara
memuntahkan kembali makanan yang baru ditelannya

Di Cina, pada abad ke-20 kecantikan seorang perempuan dilihat dari besar
kecilnya kaki. Semakin kecil kaki seorang perempuan maka ia dianggap semakin
cantik. Sebab itu, banyak orang tua pada masa itu mengikat kaki anak-anak
perempuannya kuat-kuat agar tidak berkembang. Atau memakaikan sepatu terbuat
dari keramik sehingga kaki mereka tidak tumbuh membesar.

Masa-masa itu adalah masa-masa menyakitkan bagi sang anak gadis. Seharusnya
mereka menikmati masa kecil dan remajanya, malah harus duduk terpaku karena
kakinya dikebat dengan kuat. Ketika bagian tubuh lainnya tumbuh, maka
kakinya tetap kecil. Seringkali gadis yang dianggap cantik ini malah tidak
bisa berjalan sempurna, karena kakinya begitu kecil !

Kaum perempuan suku Dayak yang memang sudah berkulit bersih, ternyata
kecantikan tidak hanya dihargai dari kulitnya. Kaum perempuan maupun
laki-lakinya berpendapat kecantikan wanita dilihat dari banyaknya anting
yang menempel di telinganya. Semakin banyak anting yang tergantung di
telinga, maka semakin cantik perempuan dayak. Tak heran jika saking beratnya
beban anting digunakan, maka telinga semakin menjuntai, memanjang.

Sebuah suku di Afrika memandang perempuan berleher panjang adalah perempuan
yang cantik. Untuk memperoleh leher panjang bak angsa tersebut, mereka
mengalungi lehernya dengan kalung tebal.

Secara bertahap mereka memaksakan kalung-kalung berukuran tebal dan tinggi
ini ke lehernya. Maka secara perlahan juga lehernya ikut memanjang. Dalam
proses pemanjangan leher ini, tentu saja kesakitan dirasakan kaum perempuan
ini. Ada pula yang terganggu pita suaranya, karena bentuk tenggorokan yang
ikut berubah.

Asal tahu saja, sebenarnya justru semakin gelap warna kulit maka akan
semakin aman terhadap sinar matahari. akan semakin sulit terkena pengaruh
matahari. Berdasarkan responsnya terhadap pengaruh sinar matahari, jenis
kulit manusia dibagi menjadi 3 ras. Pertama, Ras Kaukasoid, yaitu bila kulit
terkena sorot matahari akan melepuh merah. Kedua, Ras Mongoloid, bila kulit
terkena matahri akan menjadi gosong. Ketiga, Ras Negroid, yaitu jenis kulit
yang sulit terpengaruh sinar matahari.

Iklan yang menyimpulkan putih itu cantik mungkin benar. Tetapi perlu
diingat, tidak putih juga tetap cantik. Buktinya ada lagu "Hitam Manis".
Lagi pula mungkin dunia akan aneh jika kulit manusia seragam semua,
putih.***Ella/Yepa/"PR"- Uci

====================
Berharap Wajah Memutih Malah Jadi Merintih

KETIKA Ny. Rinda, sebut saja namanya begitu, memasuki sebuah toko kosmetik
di Kota Bandung, pelayan toko tidak terlalu memerhatikannya. Kendati muka
ditutupi cadar, orang-orang di sekitarnya menganggap ia salah seorang
penganut paham fanatik. Namun ketika ia menyibakkan cadarnya, orang meringis
ngeri. Wajahnya retak-retak bagai sawah di musim kering. Ketika ia
berbicara, dari retakan itu mengalir darah! Walau kesakitan, ia memaksakan
diri datang ke toko untuk meminta pertanggungjawaban toko kosmetik tersebut.
Perempuan itu menuding, kerusakan wajahnya diakibatkan pemakaian kosmetika
pemutih wajah yang dibelinya di toko tersebut.

"Peristiwa itu sudah agak lama. Dan jenis kosmetik pemutih wajah yang saat
itu sedang tren kini sudah ditarik dari peredaran," jelas Permadi (35) juga
bukan nama sebenarnya. Permadi adalah salah seorang saksi mata dari "korban
kosmetik " tersebut, kebetulan juga seorang supplier kosmetik di Bandung.

Menurut Permadi, jenis kosmetik berbentuk krim tersebut memang termasuk
keras. Tetapi kerusakan pada kulit wajah yang diakibatkan krim tersebut
tidak menimpa semua pemakainya. "Sama seperti berbagai jenis krim lainnnya,
pemakaian krim pemutih yang dijual bebas , cocok-cocokan (tergantung cocok
tidaknya pada seseorang)," tegas Permadi.

Untuk mengetahui cocok tidaknya kulit seseorang pada krim pemutih yang akan
dipakainya, menurut Permadi ada jalan sederhana. Sebelum memutuskan
menggunakannya untuk wajah, coba oleskan dulu di kulit tangan sebelah atas.
Pakai selama semalam. Jika tidak ada reaksi, berarti krim itu aman," saran
Permadi.

**

BOLEH dibilang media telah sukses besar memengaruhi kaum perempuan. Melalui
iklan berbagai produk, media gencar mencitrakan bagaimana perempuan yang
disebut cantik itu. Sosok cantik yang dicitrakan dan kemudian menjadi idola
para wanita di seluruh dunia adalah yang bertubuh langsing, rambut lurus dan
berkulit putih.

Agar langsing, ya harus berani diet. Tak heran jika kemudian banyak komponen
pendukung yang dipromosikan untuk menjadi langsing. Mulai dari gula rendah
kalori, program pelatihan, pijat refleksi, tusuk jarum dan banyak lagi.
Sedangkan untuk mendapatkan rambut lurus, teknologi kecantikan yang makin
tinggi telah berhasil menciptakan teknologi rebounding atau pelurusan rambut
di salon-salon kecantikan.

Bagaimana dengan kulit wajah yang putih mulus? Ya, itu tadi. Sekarang banyak
pemutih wajah yang dijual secara bebas.

Seorang ibu pernah terkaget-kaget ketika bertemu kembali dengan kenalannya.
"Kok wajahnya jadi putih ya. Padahal setahu saya, dulu teman saya itu, ya
sama seperti saya. Wajahnya sawo matang. Ternyata teman saya itu memakai
pemutih wajah," cerita ibu tersebut.

Pernah melihat seorang wanita yang berjalan di bawah terik matahari dengan
kulit muka yang sangat merah? Bisa jadi ia juga pemakai kosmetika untuk
pemutih wajah. Beragamnya jenis pemutih wajah beragam juga cara kerja dan
hasilnya.

Banyaknya berbagai jenis pemutih wajah dengan harga variatif dari yang mahal
hingga yang murah meriah akhir-akhir ini membuat semakin banyak juga kaum
perempuan memburunya. Atau hal ini juga karena berlakunya hukum pasar. Ada
demand (permintaan) maka ada suplai (penyediaan ). Karena begitu banyak
perempuan yang ingin tampil dengan wajah putih mulus , maka produsen yang
jeli cepat menangkap peluang untuk menghadirkan kebutuhan kaum perempuan
ini.

Sayangnya, pihak produsen pembuat kosmetik sering tidak sabar melempar
produk buatannya ke pasaran. Sebelum departemen kesehatan mengujinya, mereka
sudah langsung memasarkannya. Ada juga produsen yang memang nakal. Kendati
tahu bahan yang digunakan sebagai pembuat kosmetik pemutih adalah jenis zat
berbahaya, atas nama keuntungan maka produsen (pura-pura) melupakannya.

Akhir Oktober lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 51 jenis
kosmetik berbahaya. Di antara kosmetik tersebut terdapat beberapa jenis krim
pemutih wajah. Selain tidak terdaftar, kosmetik-kosmetik tersebut ternyata
mengandung bahan berbahaya seperti merkuri (Hg) dan merah K.10 (Rhodamin
B,C.I Food Red No.15 C.I 45170 ). Bahan-bahan tersebut dilarang digunakan
pada produk kosmetik.

Menurut Kepala Badan POM, H. Sampurna seperti dikutip "PR", 20 Oktober 2004
lalu, penggunaan bahan-bahan tersebut akan merugikan kesehatan. Antara lain
merusak kulit wajah berupa iritasi, pengelupasan kulit, hipopigmentasi,
hiperpigmentasi dan karsinogenik teratogenik pada pemakaian jangka tertentu.

**

EUIS Megawati, Dra. dari Unit Layanan Pengaduan Konsumen Obat dan Makanan
Balai Besar (BBPOM) Bandung mengungkapkan, merkuri bisa berakibat buruk pada
ginjal, sedangkan rhodamin B bisa menyebabkan gangguan fungsi hati atau
kanker hati apabila digunakan dalam jangka waktu lama.

Rhodamin B, lanjut Euis , merupakan zat warna sintetis yang sering digunakan
untuk pewarnaan kertas dan tekstil. Rhodamin B dilarang digunakan untuk
obat, makanan dan kosmetik. Hal ini sesuai dengan Permenkes No
293/Menkes/Per/V/85 tentang zat warna tertentu yang dinyatakan sebagai bahan
berbahaya.

Senada dengan Euis, menurut dokter spesialis kulit Wisnu Kusumawardana,
Sp.KK. sebenarnya merkuri merupakan logam berat yang pada suhu kamar
berbentuk cair.

Barangkali kita akan lebih bisa membayangkan jika menyebutnya sebagai air
raksa. Dalam kosmetika, merkuri ini biasanya berbentuk senyawa, misalnya
Ammomated Mercury Chloride (NH2 Hg Cl).

Pada kulit, terutama kulit wajah, merkuri bersifat korosif dan merangsang
alergi. Artinya, ia dapat menyebabkan iritasi. Itu akibat yang ringan.
Merkuri bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Karena sifatnya yang
menyerap (absorb) melalui kulit, ia akan bisa mencapai aliran darah dan
diedarkan ke organ tubuh lainnya. Akibatnya, merkuri akan terakumulasi dalam
ginjal. Dalam jumlah yang banyak, tentu saja merkuri bisa merusak fungsi
organ vital manusia.

"Makanya, sebaiknya merkuri tidak ada dalam kosmetika, karena sifatnya yang
terakumulasi. Sayang kan jika zat itu sudah menyerang ginjal kita yang
tadinya sehat?" kata Wisnu.

Kulit yang teriritasi merkuri sebenarnya tidak khas, sama saja dengan kulit
yang teriritasi dengan zat-zat lain. Misalnya saja, akibat paling ringan
berupa gatal-gatal dan pedih, kulit jadi memerah. Akibat yang lebih berat
bisa berupa mengelupasnya lapisan teratas kulit (epidermis) yang biasa
dikenal dengan istilah epidermolisis.

Parah atau tidaknya akibat merkuri, tergantung pada kekuatan kulit sang
pemakai, juga seberapa banyak ia menggunakannya dan seberapa luas merkuri
itu mengenai kulit seseorang.

Kalaupun Anda telanjur terkena dampak negatif merkuri, jangan putus asa,
karena itu bisa diobati. "Tahap pertama, menghentikan pemakaian kosmetika
yang mengandung merkuri. Lalu carilah dokter untuk meminta obat anti
iritasi. Dokter akan melihat sejauh mana akibat yang ditimbulkan merkuri ini
pada kulit seseorang. Jika terlihat agak parah, selain memberikan krim
antiiritasi dokter akan memberi krim antibiotik. Bila gejala iritasi kulit
kuat sekali dokter akan menambahkan obat peroral," jelas Wisnu yang juga
menjadi dokter konsultan di Natasha Skin Care.

Biaya penyembuhan tentunya tergantung seberapa parah akibat yang ditimbulkan
merkuri pada kulit.

Iritasi akibat merkuri memang bisa dihilangkan, namun alangkah lebih baik
jika kita menghindari kosmetika yang mengandung merkuri sebelum zat itu
merusak tubuh.

Sayangnya kita tidak bisa membedakan mana kosmetika yang mengandung merkuri
dan mana bebas zat berbahaya itu. "Produk yang mengandung merkuri tidak
dapat dilihat secara kasat mata. . Pembuktiannya harus melalui tes di
laboratorium," tegas dokter yang pernah menjalani crash programm skin care
di Singapura dan mendalami masalah dermatitis di Malaysia ini.

Sebagai tindakan waspada, kita harus memilih kosmetika yang aman. Untuk itu,
paling tidak ada tiga hal yang bisa dilakukan.

Pertama, memilih produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat
dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor kode dari Depkes.

Kedua, pilihlah produk yang diawasi tim medis/dokter. Ada banyak produk yang
dalam pengolahannya di bawah pengawasan dokter ahli, termasuk produk-produk
kosmetika buatan dalam negeri. Ketiga, menggunakan produk kosmetika atas
anjuran dokter, terutama dokter yang ahli dalam kulit dan kosmetika. Masih
ragu dengan satu produk yang Anda pakai? Bawalah kosmetika itu ke dokter
kulit, tanyakan apakan produk tersebut aman untuk jenis kulit Anda. Tidak
ada salahnya jika sesekali Anda mendatangi LP POM untuk menanyakan produk
mana yang sudah aman dan mana yang tidak.

Selain merkuri, lanjut Wisnu, ada zat lain yang biasanya terdapat dalam
kosmetika dan perlu diwaspadai, yakni zat pewarna Rhodamin B. Pewarna
tekstil ini biasa ditemukan pada blush on. Rhodamin B bisa terabsorbsi oleh
kulit dan terakumulasi di dalam hati.

Ella/"PR" - Uci

 

Tags: perempuan
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Kesehatan



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website